Senin, 16 Januari 2017

Hemat Devisa US$ 1,1 Miliar, Mandatori Biodiesel B20 Lampaui Target

Hemat Devisa US$ 1,1 Miliar, Mandatori Biodiesel B20 Lampaui Target

Duniaindustri.com (Januari 2017) – Program mandatori biodiesel sebesar 20% (B20) untuk dicampur dengan minyak diesel (solar) sebagai solusi energi terbarukan telah menyerap 2,7 juta kiloliter (KL) biodiesel sawit sepanjang 2016, menampaui target 2,5 juta kiloliter. Selain itu, program ini menghemat devisa negara senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi menjelaskan penyerapan mandatori biodiesel pada tahun lalu juga lebih tinggi dibanding 2014 yang hanya 1,84 juta kiloliter. Program mandatori biodiesel B20 tahun 2016 telah memberikan manfaat besar dalam bentuk pengurangan greenhouse gas emissions (GHG) sekitar 4,49 juta ton CO2.
Menurut dia, utilisasi bahan bakar nabati berbasis produk dalam negeri 45.500 barel/hari, menciptakan nilai tambah industri Rp4,4 triliun, dan penyerapan tenaga kerja 385.000 orang. ”Ada penghematan devisa dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp14,8 triliun,” ujar Bayu di Jakarta kemarin. Dia menuturkan, pada tahun lalu BPDP Kelapa Sawit mengelola dana sebesar Rp11,7 triliun dari hasil pungutan ekspor minyak sawit.
Dia melihat, dengan semakin bertambahnya penyerapan mandatori biodisel, industri sawit ke depan memiliki prospek cukup kuat. ”Program mandatori biodiesel tahun lalu juga menyerap dana sawit yang digunakan untuk mendukung program B20 tahun 2016 mencapai Rp10,6 triliun,” ujarnya. Selain untuk dukungan program B20, lanjut Bayu, pemanfaatan dana sawit selama 2016 digunakan untuk program strategis lainnya seperti peremajaan kebun sawit rakyat, riset, pendidikan, dan pelatihan petani, serta promosi dan diplomasi sawit.
”Seperti pelatihan 2.784 petani sawit, pelatihan 723 anak petani sawit, pelatihan 300 guru SMK pertanian tentang sawit, pelatihan 540 anggota dan pengurus koperasi perkebunan sawit dan diberikan 330 beasiswa pendidikan D1 dan D3 untuk anak-anak petani dan buruh pabrik sawit,” paparnya.
Menurutnya, masalah yang masih dihadapi dalam penyaluran dana sawit adalah replanting perkebunan rakyat. Dari usulan kegiatan peremajaan seluas 26.500 hektare, sebanyak 61% masih menghadapi kendala kejelasan status lahan. Bayu menambahkan, tahun ini BPDP menyiapkan dana sawit Rp9,6 triliun untuk mendukung program mandatori B20 dan target penggunaan biodiesel berbahan baku sawit dalam negeri.
Selama 2016, Indonesia sebagai penguasa pangsa pasar dunia dengan total ekspor dan ISPO terbesar di dunia melakukan dua strategi, yakni 1) implementasi program B20 diesel dan 2) mengaktifkan secara penuh pemanfaatan dana sawit melalui BPDP, baik untuk mendukung program B20 maupun program strategis lain, seperti peremajaan kebun sawit rakyat, riset sawit, pendidikan dan latihan petani sawit serta promosi dan diplomasi sawit.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com




Substitusi Impor Bahan Baku, Tiga Raksasa Farmasi India Bangun Pabrik di Jawa Barat

Substitusi Impor Bahan Baku, Tiga Raksasa Farmasi India Bangun Pabrik di Jawa Barat

Duniaindustri.com (Desember 2016) – Tiga perusahaan raksasa farmasi asal India, yakni V worldwide, Concept Pharmaceuticals, dan Teva, berencana membangun pabrik di Indonesia, yang salah satunya memilih lokasi di Jawa Barat. Salah satu dari ketiga perusahaan India itu diketahui akan menanam investasi sekitar US$ 35 juta atau Rp 455 miliar (Kurs Rp 13.000/US$).
Pemerintah mendorong agar investasi tiga perusahaan farmasi dari India itu dapat mengurangi impor bahan baku hingga 50%. Saat ini Indonesia masih memenuhi 90% kebutuhan bahan baku industri farmasinya dari impor dengan biaya yang harus dikeluarkan sebesar US$ 10 miliar per tahun.
Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit menjelaskan nilai impor bahan baku obat per tahun kurang lebih US$ 10 miliar atau Rp 130 triliun. “Kalau kita subsitusi 50% saja, sudah bagus. Kalau kita bisa berikan output sekitar US$ 5 miliar per tahun, kan butuh investasi,” katanya.
Di sisi lain, India saat ini menjadi salah satu negara penyedia bahan baku farmasi ke Indonesia. Bila rencana investasi ini erealisasi maka basis produksi tiga perusahaan farmasi India tersebut akan berpindah ke Indonesia. Imbasnya, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku karena sudah diproduksi di dalam negeri.
“Kita banyak impor bahan baku dari India dan China,” kata Sigit.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan akan ada tiga perusahaan farmasi asal India yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Ketiga industri tersebut yaitu V worldwide, Concept Pharmaceuticals dan Teva. Salah satu dari ketiga perusahaan tersebut akan memulai investasi dalam waktu dekat senilai US$ 35 juta atau Rp 455 miliar (Kurs 13.000/US$) di Jawa Barat.
Pada Oktober 2016, dua perusahaan pemimpin pasar farmasi di Indonesia, yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), serius menggarap pabrik bahan baku obat. Kedua perusahaan tersebut telah membentuk perusahaan patungan untuk memuluskan rencana pengembangan bahan baku obat.
Kimia Farma bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Korea Selatan Sungwun Pharmacopia membangun pabrik bahan baku obat pertama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri obat dalam negeri. Pembangunan pabrik bahan baku obat tersebut berlokasi di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Dirut Kimia Farma Rusdi Rosman menyebutkan pabrik bahan baku obat dengan nilai investasi Rp132 miliar tersebut dibangun secara bertahap di atas lahan seluas enam hektare dengan tahap awal pembangunan 5.000 meter persegi. Tahap selanjutnya, lanjut dia, akan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya untuk memenuhi kebutuhan produksi bahan baku obat.
Kerja sama Kimia Farma dengan Sungwun Pharmacopia Co Ltd dilakukan karena memiliki teknologi untuk memproduksi bahan baku obat. Teknologi tersebut, kata Rusdi, belum terdapat di Indonesia. Pabrik tersebut dibangun sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2017.
Adapun untuk komersialisasi hasil produksi Bahan Baku Obat Aktif (API) ini direncanakan pada awal tahun 2018. Jenis bahan baku obat yang akan diproduksi berjumlah delapan item yaitu Simvastatin, Atorvastatin, Rosuvastatin, Pantoprazole, Esomeprazole, Rabeprazole, Clopidogrel dan Sarpogrelate dengan total kapasitas produksi 30 ton per tahun.
Produksi delapan bahan baku obat tersebut untuk memenuhi 100 persen kebutuhan seluruh industri farmasi di Indonesia dan selebihnya untuk pasar ekspor. Pabrik Kimia Farma juga akan memproduksi tujuh jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk kosmetika dan suplemen makanan (High Function Chemical, HFC) dengan seluruh hasil produk akan diekspor ke Korea, Jepang dan Amerika.
“Kebutuhan bahan baku obat ada 2.200 lebih, kita buat 15 (jenis), tahun berikutnya akan ada 20 (jenis) lagi,” kata Rusdi. Pengembangan pabrik bahan baku obat Kimia Farma akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya dengan menambah total 40 jenis bahan baku obat yang akan diproduksi.
Sementara Kalbe membentuk dua perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Genexine, perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), bernama PT Kalbio Global Medika dan PT Kalbe Genexine Biologics untuk membangun pabrik bahan baku berbasis bioteknologi yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing ekspor.
Pabrik yang berada di kawasan industri Delta Silikon 3 Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, itu menelan investasi Rp 400 miliar.
Sekretaris Perusahaan dan Direktur Keuangan Kalbe Vidjongtius mengatakan, pembangunan pabrik di Cikarang dilakukan sejak pertengahan 2015 dan ditargetkan rampung serta mulai beroperasi pada 2017.
“Yang kami bangun adalah bahan obat biofarmasi dengan dasar biologi, bukan bahan baku obat yang berdasarkan turunan kimia,” ujar Vidjongtius. Menurut dia, pembangunan pabrik dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, hasil produksi pabrik tersebut digunakan untuk kebutuhan Kalbe. Dia enggan menyebutkan kapasitas pabrik tahap pertama.
Pabrik ini, kata dia, nantinya menyediakan bahan baku dari sel hidup. seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Potensi pasar produk berbahan baku biofarmasi sangat tinggi.(*/berbagai sumber/tim redaksi 03)

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Minggu, 15 Januari 2017

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Senin, 09 Januari 2017

Produksi Alat Berat Drop akibat Pelemahan Sektor Tambang

\Produksi Alat Berat Drop akibat Pelemahan Sektor Tambang\

JAKARTA
 - Asosiasi Alat Besar Indonesia (Hinabi) melaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait produksi yang menurun. Penurunan dikarenakan sektor pertambangan yang juga melemah sehingga penjualan maupun penyewaan alat berat pun turun.
 
 
"Faktor utamanya adalah mining drop. Jadi market sekarang menuju ke arah konstruksi," kata Ketua Hinabi, Jamaluddin di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Menurut Jamaluddin, produksi alat berat memang difokuskan kepada sektor pertambangan sekira 70 persen, namun dengan penurunan harga komoditas membuat pemesanan alat berat berkurang yang menyebabkan produksi menurun. Pihaknya pun mengalihkan produksi alat berat ke sektor konstruksi.
"Banyak, ada eskavator, buldoser, dan sebagainya. Kalau itu sudah mampu diproduksi di dalam negeri ya sebaiknya jangan impor lah," jelasnya.
Kendati demikian, walaupun banyak impor alat berat, namun Hinabi dalam produksinya telah melakukan ekspor sebesar 20 persen. Hinabi memiliki kapasitas produksi 10.000 per tahun, dan sekarang hanya terpakai 40 persen-50 persen.
"Kita eksporloh pak. 20 persen produksi kita, kita ekspor. Tidak hanya di ASEAN," sebutnya.
Banjirnya produk-produk impor di dalam negeri dikarenakan banyak alat berat bekas masuk, sehingga merusak industri dalam negeri. Hal ini sudah berdampak terhadap beberapa pihaknya yang mulai terjadi pada tahun lalu.
"Salah satunya adalah yang tadi saya bilang utilisasi atau produksinya kecil. Dengan demikian, bagaimana untuk survive, mau tidak mau pengurangan," tukasnya.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com






Pengusaha Minta Jokowi Perketat Impor Alat Berat

\Pengusaha Minta Jokowi Perketat Impor Alat Berat\


JAKARTA
 - Asosiasi Alat Besar Indonesia (Hinabi) gerah dengan maraknya alat berat impor. Hal ini dinilai mengganggu industri dalam negeri, padahal industri dalam negeri mampu memproduksi alat berat.
Menurut Ketua Hinabi, Jamaluddin, porsi penggunaan alat berat impor di Tanah Air mencapai setengah dari produksi dalam negeri. Hinabi memiliki kapasitas produksi 10.000 unit per tahun, dan sekarang hanya terpakai 40 persen-50 persen.
"Sekarang cukup besar, lebih kurang separuhnya. Kapasitas produksi kita 10.000 unit, sekarang hanya 4.000 unit, 40 persen," kata Jamaluddin di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Dirinya berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera meninjau peraturan impor alat berat atau menerbitkan peraturan baru, guna mendukung industri alat berat dalam negeri.
"Harapannya seperti itu. Kalau sudah ada aturannya ditinjau, kalau belum tolong diterbitkan," paparnya.
Pengaturan impor alat berat ini, diharapkan pihaknya agar memperhatikan produksi dalam negeri. Terlebih lagi, ada beberapa alat berat yang dapat diproduksi oleh industri dalam negeri.
"Harapan kami adalah, apabila alat berat itu diproduksi di Indonesia, tolong dicek lagi regulasi untuk impor alat beratnya. Jadi hal ini agar industri dalam negeri tetap tumbuh dengan baik," tegasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Salah Husin akan berkoordinasi dengan supaya pihak agar industri alat berat dalam negeri bisa tetap tumbuh.
"Tentu salah satunya adalah mereka menyampaikan agar dapat diperhatikan juga dengan impor-impor alat berat yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri, itu sebaiknya perlu ditinjau kembali," tukasnya.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com