Rabu, 13 September 2017

Industri Pakan Ternak Masih Andalkan Jagung Impor


JAKARTA - Pemerintah berwacana melakukan penghapusan impor jagung pada tahun 2017. Namun, wacana penghapusan impor jagung ini akan mengancam peternakan unggas. Pasalnya, sampai saat ini industri pakan ternak nasional masih mengandalkan bahan baku jagung impor
Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokasi Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain mengatakan, jagung impor dinilai masih cukup dibutuhkan, karena jagung lokal sulit diserap oleh perusahaan pakan. Produksi jagung dalam negeri belum memenuhi prasyarat kadar air yang ditentukan perusahaan.
"Kadar air yang diperlukan perusahaan mencapai 14 persen. Sedangkan jagung hasil produksi lokal lebih dari itu," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (27/5/2016).
Menurutnya, tingginya kadar air jagung lokal karena petani menggunakan cara pengeringan tradisional. Mereka mengeringkan dengan cara menjemur di bawah terik matahari. Waktu pengeringan pun cukup lama, sekitar satu sampai dua minggu.
"Jika ada alat pengering yang memadai, maka waktu pengeringan bisa dilakukan sehari. Sekarang petani panen, langsung dijual ke pengepul, jadi ya harganya rendah, kasihan juga petani," katanya.
Sebelum membendung impor jagung, Ade berharap pemerintah memperhitungkan faktor petani tersebut. Tidak hanya itu, pemerintah juga wajib menimbang berapa produksi jagung lokal, berapa harga dan bagaimana kualitasnya.
"Apakah pemerintah sudah menghitung dengan detail untuk semuanya. Jangan sampai karena kemauan, tidak melihat keadaan real di lapangan, selain itu, jika pakai jagung lokal apakah harga pakan akan kompetitif?," jelas Ade.
Pemerintah diminta menyelesaikan permasalahan pakan dan unggas secara holistis. Roadmaps untuk pakan ternak, sampai persoalan unggas harus di buat untuk membenahi masalah. Data dari Day Old Chick (DOC) harus jelas disetorkan oleh pengusaha, sehingga pemerintah bisa menghitung jumlah pakan yang dibutuhkan.
"Impor jagung tidak haram jika memang masih diperlukan, sembari membenahi ini secara holistik," katanya.
Menurut Ade, jagung merupakan salah satu komoditas penting karena berkaitan dengan pakan ternak. Jika pasokan jagung terganggu, akan mengganggu stabilitas pakan dan produksi unggas.
"Sedangkan ayam adalah salah satu sumber protein, murah dan mudah didapatkan. Sekitar 68 sampai 69 persen dari kebutuhan protein nasional, di suplai oleh ayam. Kalau daging sapi yang konsumsi sedikit, tapi beritanya sudah sangat ramai. Kalau jagung dan daging sapi jelas beda, ayam sangat banyak dikonsumsi masyarakat," imbuhnya.

CV. RAYA TEKNIK INDONESIA MENJUAL FILTER (AIR FILTER, FUEL FILTER, OIL FILTER, HYDRAULIC FILTER, TRANSMISSION FILTER, DLL) DAN SPARE PART KHUSUS UNTUK ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK DENGAN MEREK :

- GENUINE (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, DLL)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- DLL.


* MENERIMA PEMBUATAN FILTER SESUAI DENGAN SPESIFIKASI DARI CUSTOMER. 

* HARGA FILTER UDARA,FILTER OLI, FILTER SOLAR DAN FILTER HIDROLIS YANG KOMPETITIF.


UNTUK STOCK DAN HARGA, SILAHKAN HUBUNGI :

MARKETING

RICO 081217696856 (WA) / 0819 17465627 ( XL )
WEBSITE: HTTP://DISTRIBUTORFILTER.BLOGSPOT.CO.ID, HTTP://RAYATEKNIKINDO.BLOGSPOT.CO.ID/
                RAYATEKNIKINDO.INDONETWORK.CO.ID

EMAIL : RAYATEKNIK.INDO@GMAIL.COM



Rabu, 06 September 2017

Perkembangan Industri di Indonesia


Setelah Indonesia merdeka, beberapa usaha dilakukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Beberapa pusat penelitian yang telah adapun, sejak pemerintahan kolonial masih ada dan terus dikembangkan, antara lain : Sekolah Tinggi Teknik (THS) di Bandung, Sekolah pertanian (LHS) di Bogor, Sekolah Tinggi Hukum (RHS) di Jakarta, dan lain-lain.

Sekolah-sekolah tersebut dibentuk guna tujuan merumuskan, mengganti, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan riset dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal itu guna menunjang industri di Indonesia.

Pengertian Industri di Indonesia

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.


Sebagai negara agraris, peranan industri dalam perekonomian Indonesia dengan sejarah perkembangannya tidaklah begitu amat berarti. Di zaman dahulu, kalaupun beberapa penduduk menggunakan industri kerajinan sebagai salah satu mata pencaharian. Peranannya hanya sekedar untuk tambahan penghasilan atau pekerjaan sambilan. Biasanya malah lebih berupa kerajinan yang bertendensi artistik daripada kewiraswastaan; atau lebih berupa aspek kerja budaya daripada komersial.

Jadi, hal itu sangat berbeda dari saat ini atau masa sekarang. Pertanian justru tidak mendapat respek yang mendalam, namun maufakturinglah yang diunggulkan. Padahal, kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat. Maka seharusnyalah kita tidak mengesampingkan peran pertanian di Indonesia. Apalagi lahan di Indonesiapun terpampang luas di seluruh Nusantara.

Pembagian Industri di Indonesia

Industri (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional.

Perindustrian dapat dibagi menurut jumlah tenaga kerja, tingkat produksi dan jenis kegiatannya.

Penggolongan industri menurut jumlah tenaga kerja

(a)    Industri kecil : industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10 orang, misalnya industri rumah tangga.

(b)    Industri menengah : industri yang menggunakan tenaga kerja antara 10 – 50 orang. Modal usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.

(c)    Industri besar : industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara pemimpin perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh lebih besar dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.


Penggolongan industri menurut tingkat produksi

(a)    Industri berat : penggunaan mesin untuk produksi alat-alat berat.

(b)    Industri ringan : Penggunaan mesin untuk memproduksi barang jadi.

(c)  Industri dasar : Industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan baku atau bahan pendukung bagi indutri lainnya.

(d)   Industri rumah tangga :Industri yang menghasilkan kerajinan tangan.

Penggolongan industri menurut jenis kegiatannya.

(a)    Aneka industry : Industri yang menghasilkan macam-macam barang keperluan masyarakat.

(b)    Industri logam dasar : Mengolah logam dan produksi dasar.

(c)    Industri kimia dasar : Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

(d)   Industri kecil :Industri dengan jumlah tenaga kerja dan modal sedikit dengan teknologi sederhana.


Perkembangan dan Penerapan Industri di Indonesia

Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan

Aneka Industri
Bidang ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pembangunan industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan industri lainnya. Contohnya : industri besi, baja, pemintalan, dan lain-lain. Sedangkan industri hilir adalah industri yang memakai bahan dasar dari hasil industri hulu untuk memproduksi baran yang siap dipakai konsumen.

Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berghasil memproduksi barang ekspor.

Industri Logam Dasar
Perkembangan industri ini berkembang pesat. Kenyataan ini menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup besar dalam proses industrialisasi.

Industri Non Manufakturing
Industri-industri yang bergerak di bidang ini ialah industri pariwisata, industri pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan lain-lain. Dalam hal ini, berarti industri-industri seperti itu juga akan mampu memberikan kontribusi bagi devisa negara. Karena hasilnya pun dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh karenanya, industri ini menjadi sangat penting, bahkan memiliki peranan yang sangat berarti bagi perekonomian negara. Namun, banyak negara juga tidak memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan dan pertanian menjadi sub terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani (negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri di Indonesia semakin beragam.

Industrialisasi dan Perekonomian di Indonesia
Sekarang ini, banyak negara-negara di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil yaitu dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor industrialisasi.

Globalisasi dirasa lebih menguntungkan negara-negara maju. Karena di negara-negara majulah berbaai bidang termasuk industri mengalami kemajuan, berbeda dengan di negara berkembang. Mungkin dari segi kualitas dan kuantitas hasil produksinya saja jauh lebih baik dari negara maju. Menurut Robert Hutton, ia mengatakan industri adalah bagian terpenting bagi perekonomian di Eropa. Jepang misalnya, produksi otomotif dan elektroniknya mampu menembus pasaran dunia, begitu juga Korea dan Cina. Mereka berkembang menjadi negara industri.

Dalam perkembangan selanjutnya, negara-negara berkembang mulai mengikutsertakan diri dalam aspek tersebut. Tidak hanya ekonomi yang dibangun dari sektor non industri, tapi mereka telah jauh melangkah mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel. Dalam arti mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Sehingga negara berkembang pun tidak dengan mudah mengikuti arus global saja. Namun, mereka mampu berkompetisi dengan baik.

Lalu bagaimana bangsa kita dalam merespon hal tersebut. Apakah bangsa Indonesia juga telah mempersiapkan dengan matang segala sesuatu yang berkenaan dengan perekonomian bangsa? Bila kita melihat di masa Orde Baru terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, bahkan rentetannya sampai pada krisis multidimesional. Sehingga krisis ini mampu menjadikan ekonomi bangsa tidak stabil. Sebenarnya itu adalah masalah yang perlu dibahas dan dicari solusinya.

Saat ini adalah masa-masa sulit bagi bangsa kita untuk melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin membuka kebebasan negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di Indonesia, sehingga bila bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka justru akan memperparah situasi ekonomi dan industri dalam negeri.

Sejauh ini pengembangan sektor industri makin marak, itu sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di Indonesia, kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang produksi yang bermutu. Namun, ada banyak industri pula di Indonesia yang sebagian sahamnya adalah ahasil investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan industri yang secara mutlak berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka (investor), hanya akan menuai keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga, disini dijelaskan bahwa yang menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani pihak pribumi, mengapa bisa demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap keuangan negara atau swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan biaya pengembangan untuk industri (defisit).

Sebagai contoh saja, industri otomotif sepertai Astra, Indomobil, New Armada. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan itu hanya merakit dan kemudian menjualnya ke masyarakat. Berarti hal itu dapat dikatakan bukan hasil karya anak negeri, melainkan modal asing yang ada di Indonesia.

Untuk itulah, seharusnya bangsa ini lebih dalam untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM termasuk menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa dengan baik.


CV. RAYA TEKNIK INDONESIA MENJUAL FILTER (AIR FILTER, FUEL FILTER, OIL FILTER, HYDRAULIC FILTER, TRANSMISSION FILTER, DLL) DAN SPARE PART KHUSUS UNTUK ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK DENGAN MEREK :

- GENUINE (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, DLL)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- DLL.


* MENERIMA PEMBUATAN FILTER SESUAI DENGAN SPESIFIKASI DARI CUSTOMER. 

* HARGA FILTER UDARA,FILTER OLI, FILTER SOLAR DAN FILTER HIDROLIS YANG KOMPETITIF.


UNTUK STOCK DAN HARGA, SILAHKAN HUBUNGI :

MARKETING

RICO 081217696856 (WA) / 0819 17465627 ( XL )
WEBSITE: HTTP://DISTRIBUTORFILTER.BLOGSPOT.CO.ID, HTTP://RAYATEKNIKINDO.BLOGSPOT.CO.ID/
                RAYATEKNIKINDO.INDONETWORK.CO.ID

EMAIL : RAYATEKNIK.INDO@GMAIL.COM



Senin, 04 September 2017

Kerja prinsip Fuel Filter

Edit: Cina kekal Parts Co, Limited    Date: Nov 28, 2016

Bahan bakar filter adalah dalam seri antara pompa bahan bakar dan throttle tubuh inlet pipa. Efek dari bahan bakar filter, adalah untuk menempatkan mengandung besi oksida dalam bahan bakar minyak, debu dan kotoran padat lainnya dihapus, mencegah fuel sistem blok (terutama nozzle). Untuk mengurangi keausan mekanis dan memastikan pengoperasian mesin yang stabil, dan meningkatkan keandalan. Struktur bahan bakar dengan shell aluminium dan dalam stent stainless steel, pada stent dilengkapi dengan efisiensi tinggi filter, potongan-potongan kertas filter ke krisan, untuk meningkatkan area sirkulasi. EFI filter tidak bisa dengan saringan minyak. Karena efi menyaring sering beruang bahan bakar tekanan 200-300 kpa, sehingga kekuatan tekanan filter umumnya membutuhkan dicapai lebih dari 500 kpa, sementara saringan minyak tidak diperlukan untuk mencapai tekanan yang tinggi.


CV. RAYA TEKNIK INDONESIA MENJUAL FILTER (AIR FILTER, FUEL FILTER, OIL FILTER, HYDRAULIC FILTER, TRANSMISSION FILTER, DLL) DAN SPARE PART KHUSUS UNTUK ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK DENGAN MEREK :

- GENUINE (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, DLL)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- DLL.


* MENERIMA PEMBUATAN FILTER SESUAI DENGAN SPESIFIKASI DARI CUSTOMER. 

* HARGA FILTER UDARA,FILTER OLI, FILTER SOLAR DAN FILTER HIDROLIS YANG KOMPETITIF.


UNTUK STOCK DAN HARGA, SILAHKAN HUBUNGI :

MARKETING

RICO 081217696856 (WA) / 0819 17465627 ( XL )
WEBSITE: HTTP://DISTRIBUTORFILTER.BLOGSPOT.CO.ID, HTTP://RAYATEKNIKINDO.BLOGSPOT.CO.ID/
                RAYATEKNIKINDO.INDONETWORK.CO.ID

EMAIL : RAYATEKNIK.INDO@GMAIL.COM



Sabtu, 02 September 2017

SOLUSI PELUMASAN CANGGIH DARI MOBIL LUBRICANTS UNTUK SEKTOR MANUFAKTUR DI INDONESIA

JAKARTA – Mobil Lubricants Indonesia menyelenggarakan Seminar Manufaktur Umum (General Manufacturing Seminar) 2017 sebagai sarana diskusi dan saling berbagi pengalaman antara para pelaku industri mengenai solusi pelumasan yang tepat untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas operasional mesin-mesin manufaktur. Seminar ini juga dilaksanakan untuk mengenalkan berbagai produk pelumas unggulan dari Mobil Lubricants, salah satunya rangkaian pelumas Mobil DTE™ Excel. Dalam seminar ini Mobil Lubricants juga mengenalkan Mobil ServSM yang merupakan program layanan teknis bagi para pelanggan Mobil Lubricants.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 menunjukkan bahwa sektor manufaktur masih menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar pagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian saat ini terus berupaya untuk memastikan sektor manufaktur dapat bertumbuh sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Salah satu aspek penting untuk menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor manufaktur adalah efisiensi dan produktivitas mesin-mesin industri guna menekan biaya operasional masing-masing perusahaan. Penggunaan pelumas industri yang tepat terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas sebuah perusahaan sehingga membantu menjamin kelangsungan bisnis jangka panjang mereka. “Kami siap mendukung peningkatan pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Oleh karena itu, kami menghadirkan solusi pelumasan dari Mobil Lubricants yang akan turut meningkatkan produktivitas industri manufaktur,” ungkap Colin Cui, General Manager Industrial Lubricants, 29 Agustus 2017.
Pelumas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari performa mesin. Pemilihan pelumas yang tepat mampu menjaga kebersihan sistem hidrolik. Rangkaian Mobil DTE™ Excel adalah pelumas yang diformulasikan untuk meningkatkan kinerja total sistem hidrolik sehingga memperpanjang masa pakai peralatan dan juga membantu mengurangi endapan dan keausan sistem. Selain itu Mobil DTE™ Excel juga menjaga stabilitas oksidasi yang sangat baik untuk mengurangi downtime dan biaya perawatan. Efisiensi hidrolik ini juga mengurangi konsumsi energi pada peralatan industri yang digunakan oleh pabrikan.
“Sebagai komitmen Mobil Lubricants untuk selalu memberikan produk yang terbaik bagi pelaku industri, kami menyediakan rangkaian Mobil DTE™ Excel, pelumas unggulan yang mampu menjaga kualitas produksi dan menjaga peralatan dari kerusakan dalam waktu yang lama,” jelas Sihol Simanjuntak, Regional Sales Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia. Untuk terus bisa meningkatkan kinerja perusahaan, para pelaku industri perlu memperhatikan faktor efisiensi, baik dari segi teknis maupun produktivitas. Sebagai contoh, sebuah pabrik di China awalnya tidak mampu menghasilkan produk yang memenuhi syarat kualifikasi selama musim panas berlangsung.
Setelah dianalisis oleh para ilmuwan Mobil Lubricants untuk membantu memecahkan masalah ini, ditemukan bahwa terdapat masalah viskositas yang menurun di bawah suhu tinggi, sehingga menyebabkan kebocoran internal dan tekanan yang tidak mencukupi. Dengan menggunakan pelumas Mobil DTE 10™ Excel 46 yang direkomendasikan oleh teknisi Mobil Lubricants, terdapat peningkatan efisiensi sistem hidrolik yang signifikan sehingga mampu memperpanjang interval pengeringan minyak dan menurunkan konsumsi listrik sebesar 4,63%. Hasil ini terbukti mendorong penghematan tahunan sebesar US$3,800 atau sekitar Rp50.665.000.
Manfaat lain yang juga dirasakan oleh perusahaan adalah meningkatnya produk dengan kualitas yang baik. Selain rangkaian pelumas Mobil DTE™ Excel, Mobil Lubricants juga memiliki Mobil ServSM sebagai layanan analisis pelumas yang semuanya dirancang untuk membantu para pelaku industri dalam mengoptimalkan program pelumasan dan kinerja mesin. Dengan data analisis dari Mobil ServSM diharapkan layanan ini bisa membantu meningkatkan usia peralatan dan mengurangi biaya operasional sehingga performa mesin menjadi lebih efektif dan efisien serta dapat memonitor performa operasi mereka secara lebih komprehensif.
Selain itu, Mobil ServSM juga menawarkan beberapa layanan yang mencangkup Analisis Pelumas (Mobil Serv Lubricant Analysis), Analisa Berkelanjutan (Mobil Serv Advanced Analytics), Analisa Teknik (Mobil Serv Engineering Services). Arief Kusniarto, Field Engineering Support Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia menjelaskan, “Kami sadar betul dengan meningkatnya daya saing antar pelaku industri, kualitas pelumas dan performa mesin menjadi hal yang sangat diperhatikan. Dan kami selalu siap membantu para pelaku industri dengan memberikan pelayanan teknis [unggulan] sesuai dengan kebutuhan mereka melalui Mobil ServSM sehingga proses analisis menjadi lebih mudah dengan platform layanan berbasis mobile ini.
” Selama lebih dari 150 tahun, ExxonMobil telah terbukti sebagai inovator terdepan dalam teknologi pelumasan dan telah menghasilkan pelumas-pelumas terobosan untuk berbagai mesin-mesin industri. Mobil Lubricants yakin bahwa Mobil DTE™ dan Mobil ServSM dapat membantu berbagai perusahan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnis.

CV. RAYA TEKNIK INDONESIA MENJUAL FILTER (AIR FILTER, FUEL FILTER, OIL FILTER, HYDRAULIC FILTER, TRANSMISSION FILTER, DLL) DAN SPARE PART KHUSUS UNTUK ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK DENGAN MEREK :

- GENUINE (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, DLL)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- DLL.


* MENERIMA PEMBUATAN FILTER SESUAI DENGAN SPESIFIKASI DARI CUSTOMER. 

* HARGA FILTER UDARA,FILTER OLI, FILTER SOLAR DAN FILTER HIDROLIS YANG KOMPETITIF.


UNTUK STOCK DAN HARGA, SILAHKAN HUBUNGI :

MARKETING

RICO 081217696856 (WA) / 0819 17465627 ( XL )
WEBSITE: HTTP://DISTRIBUTORFILTER.BLOGSPOT.CO.ID, HTTP://RAYATEKNIKINDO.BLOGSPOT.CO.ID/
                RAYATEKNIKINDO.INDONETWORK.CO.ID

EMAIL : RAYATEKNIK.INDO@GMAIL.COM