Minggu, 15 Januari 2017

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Senin, 09 Januari 2017

Produksi Alat Berat Drop akibat Pelemahan Sektor Tambang

\Produksi Alat Berat Drop akibat Pelemahan Sektor Tambang\

JAKARTA
 - Asosiasi Alat Besar Indonesia (Hinabi) melaporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait produksi yang menurun. Penurunan dikarenakan sektor pertambangan yang juga melemah sehingga penjualan maupun penyewaan alat berat pun turun.
 
 
"Faktor utamanya adalah mining drop. Jadi market sekarang menuju ke arah konstruksi," kata Ketua Hinabi, Jamaluddin di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Menurut Jamaluddin, produksi alat berat memang difokuskan kepada sektor pertambangan sekira 70 persen, namun dengan penurunan harga komoditas membuat pemesanan alat berat berkurang yang menyebabkan produksi menurun. Pihaknya pun mengalihkan produksi alat berat ke sektor konstruksi.
"Banyak, ada eskavator, buldoser, dan sebagainya. Kalau itu sudah mampu diproduksi di dalam negeri ya sebaiknya jangan impor lah," jelasnya.
Kendati demikian, walaupun banyak impor alat berat, namun Hinabi dalam produksinya telah melakukan ekspor sebesar 20 persen. Hinabi memiliki kapasitas produksi 10.000 per tahun, dan sekarang hanya terpakai 40 persen-50 persen.
"Kita eksporloh pak. 20 persen produksi kita, kita ekspor. Tidak hanya di ASEAN," sebutnya.
Banjirnya produk-produk impor di dalam negeri dikarenakan banyak alat berat bekas masuk, sehingga merusak industri dalam negeri. Hal ini sudah berdampak terhadap beberapa pihaknya yang mulai terjadi pada tahun lalu.
"Salah satunya adalah yang tadi saya bilang utilisasi atau produksinya kecil. Dengan demikian, bagaimana untuk survive, mau tidak mau pengurangan," tukasnya.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com






Pengusaha Minta Jokowi Perketat Impor Alat Berat

\Pengusaha Minta Jokowi Perketat Impor Alat Berat\


JAKARTA
 - Asosiasi Alat Besar Indonesia (Hinabi) gerah dengan maraknya alat berat impor. Hal ini dinilai mengganggu industri dalam negeri, padahal industri dalam negeri mampu memproduksi alat berat.
Menurut Ketua Hinabi, Jamaluddin, porsi penggunaan alat berat impor di Tanah Air mencapai setengah dari produksi dalam negeri. Hinabi memiliki kapasitas produksi 10.000 unit per tahun, dan sekarang hanya terpakai 40 persen-50 persen.
"Sekarang cukup besar, lebih kurang separuhnya. Kapasitas produksi kita 10.000 unit, sekarang hanya 4.000 unit, 40 persen," kata Jamaluddin di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/10/2015).
Dirinya berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera meninjau peraturan impor alat berat atau menerbitkan peraturan baru, guna mendukung industri alat berat dalam negeri.
"Harapannya seperti itu. Kalau sudah ada aturannya ditinjau, kalau belum tolong diterbitkan," paparnya.
Pengaturan impor alat berat ini, diharapkan pihaknya agar memperhatikan produksi dalam negeri. Terlebih lagi, ada beberapa alat berat yang dapat diproduksi oleh industri dalam negeri.
"Harapan kami adalah, apabila alat berat itu diproduksi di Indonesia, tolong dicek lagi regulasi untuk impor alat beratnya. Jadi hal ini agar industri dalam negeri tetap tumbuh dengan baik," tegasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Salah Husin akan berkoordinasi dengan supaya pihak agar industri alat berat dalam negeri bisa tetap tumbuh.
"Tentu salah satunya adalah mereka menyampaikan agar dapat diperhatikan juga dengan impor-impor alat berat yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri, itu sebaiknya perlu ditinjau kembali," tukasnya.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com







Minggu, 08 Januari 2017

Harga Komoditas Anjlok, Penjualan Alat Berat Turun 3%


\Harga Komoditas Anjlok, Penjualan Alat Berat Turun 3%\

BOGOR - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakui pangsa pasar (market share) alat-alat berat saat ini tengah berada dalam kondisi yang cukup penuh dengan tantangan. Hal ini terjadi dengan seiring dengan anjloknya harga komoditas.
Seperti diketahui, UNTR merupakan salah satu distributor terbesar yang memasok alat-alat berat dengan merek Komatsu.
Direktur Finance & Accounting UNTR Iwan Hadiantoro mengatakan untuk sembilan bulan pertama pada tahun ini saja, penjualan alat-alat berat perseroan tergolong sama sekali tidak bertumbuh yakni hanya di kisaran 4.800 unit. Namun, pangsa pasar malah sudah menurun hingga sebesar 3%.
"Kita lihat 2016 sudah capai bottom-nya sampai sembilan bulan ini sudah 4.800 which is flat dibanding tahun lalu," ujarnya saat workshop wartawan pasar modal di Ciawi, Bogor, Jumat (4/11/2016).
Padahal berdasarkan sejarah, pangsa pasar alat berat dari perseroan pernah mencapai puncaknya pada 2011. Pada saat itu mampu membukukan penjualan alat berat sekitar 13 ribu-18 ribu unit. Kemudian penjualan ke sektor mining alat berat yang terbesarnya sempat mencapai 2.000 unit.
"Nah sejak 2011-2015 terus menurun market-nya sejalan dengan kondisi sektor komoditas," jelasnya.
Untuk itu, diharapkan situasi ini akan bisa kembali pulih ke depannya. Adapun besaran pangsa pasar hingga akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai 33-34%.
"Market share tahun ini diharapkan 33-34% sampai akhir tahun. Tahun depan naik 2-3% atau balik lagi seperti pada masa puncak sebelumnya 36-37%," tukasnya.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



 

Produksi Alat Berat "Tergilas" Penurunan Sektor Tambang


Jakarta - Hingga akhir tahun ini produksi alat berat nasional diperkirakan mencapai 8.000 unit atau 75% dari target awal tahun akibat menurunnya permintaan dari sektor pertambangan dan harga komoditas yang terus bergejolak.

"Tahun ini, pennintaan alat berat di pasar dalam negeri semakin menurun. Imbasnya, produksi alat berat hanya menyentuh 8.000 unit dan tidak sesuai proyeksi awal tahun yang mencapai 10.000 unit," kata Ketua Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) Pratjojo Dewo di Jakarta, Jumat (19/10).

Harga komoditas global, menurut Dewo, sering mengalami penurunan dan rnelemahkan permintaan alat berat. "Penurunan harga komoditas membuat daya beli konsumen di dalam negeri semakin menurun sehingga kami harus merevisi target produksi tahun ini," ujarnya.

Pihaknya berharap perekonomian global bisa membaik sehingga sebelum tutup tahun, produksi alat berat bisa digenjot untuk mencapai target tahunan. "Pelaku usaha berharap kondisi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa terus meningkat sehingga daya beli konsumen juga semakin besar. Hal ini berpengaruh terhadap investasi di sektor alat berat," paparnya.

Selain harga komoditas, penurunan permintaan alat berat di sektor pertambangan akibat dari pemberlakuan bea keluar ekspor barang mineral non olahan sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara. Aturan tersebut melarang ekspor barang mineral non olahan pada 2014 sehingga mempengaruhi industri alat berat nasional.

Di tempat berbeda, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengakui, saat ini kebutuhan alat berat memang sangat penting, terlebih lagi untuk sektor tambang dan pertanian.

Menurut Budi, pertumbuhan kebutuhan kendaraan angkut untuk industri alat berat nasional akan terus mengalami peningkatan, terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan konstruksi. "Seperti di alat angkut konsumsi untuk kebutuhan ekonomi pe
gakutan gabah, bahan bangunan, ini akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," kata Budi.

Budi mengaku telah meminta kepada pelaku industri alat berat di negara berkembang lainnya untuk memindahkan industrinya ke Indonesia. Pasalnya, untuk pembangunan industri alat berat dibutuhkan beberapa syarat, yaitu adanya industri pertambangan dan pertumbuhan pembangunan baik kontruksi maupun pertanian.

"Ini dua syaratnya, ada negara yang memang sedang berkembang tapi tidak punya pertambangan atau sebaliknya seperti Afrika punya pertambangan tapi tidak ada pertumbuhan ekonomi yang bagus, nah kita punya kedua-duanya," ujar Budi.

Dia menyebut, sudah adabeberapa investor yang berminat untuk rnengembangkan industri alat berat di dalam negeri. Investor tersebut, imbuh Budi, melihat kebutuhan dan pertumbuhan alat berat yang cukup menjanjikan di Indonesia. "Semua merek produsen alat berat yang ada di sini sudah menyatakan minatnya untuk membangun basis produksi di Indonesia," terangnya.

Budi mengatatakan, untuk 2011, penjualan alat berat diprediksikan akan mengalami penigkatan sebesar 25% dari tahun 2010 yang sebesar 8.000 unit menjadi 10 ribu unit. Budi menuturkan, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang masih prospektif, terutama pertumbuhan pada harga jual komoditas.
Ditambah lagi, pertumbuhan kontruksi dan perhutanan.

Investor AS

Beberapa perusahaan-perusahaan dari Negeri Paman Sam (Amerika Serikat) berminat untuk mengembangkan industri di Indonesia, antara lain industri energi terbarukan. Presiden Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN, Alexander Feldman mengatakan bahwa Indonesia memilild banyak peluang investasi yang bisa ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan besar dari Amerika Serikat (AS).

"Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk menarik perusahaan-perusahaan yang belum melakukan investasi di sini, karena masih banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan dan menjadi bagian untuk mendorong perekonomian Indonesia," kata Feldman.

Feldman menuturkan, ada beberapa perusahaan AS yang melakukan investasi di Indonesia, namun masih banyak perusahaan dari AS yang terus mencari peluang investasi di sini khususnya di luar pulau Jawa.

Feldman menambahkan, banyak perusahaan yang menyatakan tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia, namun perwakilan perusahaan itu belum secara spesifik mengatakan tentang di sektor mana akan melakukan investasinya.

"Dengan naiknya peringkat Indonesia menjadi layak investasi seperti yang telah dikeluarkan Moody's dan Fitch, memang Indonesia menjadi sangat menarik dan membuat kami yakin banyak investor internasional yang akan melakukan investasi di sini," jelas Feldman.

Namun, kunci untuk menarik investor adalah infrastruktur yang baik, dan perusahaan Amerika seperti Caterpillar mempunyai peluang untuk menawarkan kepada indonesia guna mengembangkan infrastruktur dan pertambangan di seluruh Indonesia.

Hal senada juga dikatakan Direktur Korporasi Hubungan Pemerintahan Caterpillar, Clay Thompson. Menurutnya, perekonomian Indonesia sedang tumbuh, dan pihaknya sangat bersemangat untuk menopang pertumbuhan ekonomi tersebut dan juga mempercepat.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com